Mengenal Lebih Dekat 4 Jenis Aliran Karate di Dunia - Blog Lemkari Riau

Mengenal Lebih Dekat 4 Jenis Aliran Karate di Dunia

Bagikan Yuk Senpai !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jenis olahraga beladiri karate memiliki berbagai aliran. Di Jepang sendiri, aliran karate semakin berkembang dan sebagian alirannya sudah masuk ke Indonesia. Mungkin anda berpikir bahwa semua jenis aliran karate itu sama saja. Namun, anggapan tersebut tidaklah benar. Pada kesempatan kali ini, kami akan bagikan mengenai 4 jenis aliran karate di dunia, yakni World Karatedo Federation (WKF). Dimana 4 aliran karate tersebut dianggap sebagai karate utama.

Aliran Karate di Dunia

Guna membantu anda lebih mengenal aliran karate di dunia, berikut kami bagikan ulasan lengkapnya untuk anda.

1. Shotokan

Aliran karate yang pertama ialah Shotokan. Shotokan (Shotokan-Ryu) ini adalah aliran karate yang dikembangkan Gichin Funakoshi pada tahun 1868–1957 dan anaknya Gigo (Yoshitaka) Funakoshi pada tahun 1906–1945. Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, sementara Kan berarti sebagai bangunan. Dengan begitu, Shotokan diartikan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang mengenalkan ilmu karate dari Okinawa ke negara Jepang.

Aliran Shotokan ini adalah akumulasi dan standardisasi dari beragam perguruan karate yang ada di Okinawa yang sempat dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang dengan konsep Ichigeki Hissatsu, yakni satu gerakan bisa membunuh lawan. Shotokan memakai kuda-kuda yang rendah dengan tangkisan dan pukulan keras. Gerakan Shotokan cenderung lebih frontal atau linier. Dengan begitu, praktisi Shotokan bisa langsung berani beradu tangkisan dan pukulan saat berhadapan dengan lawan.

Baca Juga :   Jenis Pertandingan Dalam Karate yang Penting Untuk Dipahami

2. Goju-Ryu

Goju mempunyai arti keras-lembut. Aliran yang memadukan teknik keras dan lembut ini adalah salah satu perguruan Karate tradisional yang ada di Okinawa. Goju-ryu menerapkan tangkisan yang sifatnya circular dan senang melakukan pertarungan dengan jarak rapat. Usai aliran Shotokan masuk ke Jepang, aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Lalu Miyagi memperbarui banyak teknik aliran ini sehingga menjadi aliran Goju-Ryu yang sekarang diterapkan. Hal inilah yang membuat banyak orang beranggapan bahwa Goju-Ryu dibentuk oleh Chosun Miyagi.

3. Shito-Ryu

Aliran karate yang diakui oleh dunia selanjutnya ialah Shito-ryu. Aliran karate yang satu ini dikenal berkat kemampuan bermain kata atau jurus. Shito-ryu ini mempelajari banyak kata, yakni ada sekitar 30-40 kata yang diajarkan di aliran karate ini. Hanya saja, yang tercatat di soke atau di Jepang ada 111 kata lengkap dengan bunkainya. Aliran karate Shito-ryu ini diciptakan oleh Mabuni Ken-Wa.

Sebagai perbandingan, aliran Wado mempunyai 17 kata, aliran Shotokan mempunyai 25 kata, dan aliran Goju mempunyai 12 KATA. Dalam pertarungan beladiri karate, ahli karateka Shito-ryu bisa menyesuaikan diri dengan beragam kondisi. Mereka bisa bertarung seperti halnya seorang karateka Shotokan secara frontal ataupun dengan jarak rapat seperti halnya Goju.

4. Wado-Ryu

Aliran karate yang diakui dunia selanjutnya ialah Wado-ryu. Wado-ryu merupakan aliran karate yang unik. Hal ini dikarenakan aliran karate ini berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, yang adalah sebuah aliran beladiri Jepang yang mempunyai teknik kuncian persendian dan lemparan. Dengan begitu, Wado-ryu tak hanya mengajarkan teknik karate saja, akan tetapi juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan atau bantingan Jujutsu. Aliran Wado-Ryu ini diciptakan oleh Hironori Otsuka.

Baca Juga :   Sejarah dan Asal Usul Karate yang Perlu Diketahui

Di dalam pertarungan karate, ahli Wado-ryu menerapkan prinsip Jujutsu, yakni tak mau mengadu tenaga secara frontal. Karateka akan lebih banyak menerapkan tangkisan mengalir dan terkadang teknik Jujutsu seperti halnya bantingan dan sapuan kaki guna menjatuhkan lawan. Dari keempat aliran karate di dunia tersebut, aliran karate yang paling banyak digunakan di Indonesia ialah aliran karate Shotokan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Apa Pendapat Senpai ?

Navigate